Wednesday, September 4, 2013

Asal-usul Istilah Darah Biru

Darah biru dalam bahasa Indonesia sering diartikan sebagai kaum bangsawan. Istilah darah biru yang kita kenal sekarang sebenarnya dialih bahasakan dari bahasa Spanyol yakni "sangre azul". Kata "sangre azul" digunakan sebagai istilah kaum bangsawan.

Pengertian Bangsawan

Bangsawan adalah kelas sosial tertinggi dalam masyarakat pra-modern. Dalam sistem feodal (di Eropa dan sebagainya), bangsawan sebagian besar adalah mereka yang memiliki tanah dari penguasa dan harus bertugas untuknya, terutama dinas militer. Bangsawan segera menjadi kelas turun-temurun, kadang-kadang dengan hak untuk memberikan gelar turun-temurun dan memiliki hak keuangan dan lainnya.



Di Indonesia, istilah "bangsawan" sering disamakan dengan "keturunan raja". Sebetulnya bangsawan tidak harus dari keluarga kerajaan. Misalnya di Bali, kalangan bangsawan terdiri dari apa yang dinamakan Tri Wangsa yaitu para brahmana, ksatria dan waisya. Di Jawa, di samping keturunan raja, ada kalangan priyayi yang terdiri dari kerabat para pamong praja atau pejabat pemerintahan pribumi di masa Hindia Belanda, mulai dari bupati sampai ke demang.

Awal Mula Penggunaan "Darah Biru - Sangre Azul"

Pada jaman dahulu, kaum bangsawan Spanyol masih keturunan Visigoth suatu suku asal Jerman. Istilah "sangre azul" digunakan keluarga kerajaan Spanyol dan bangsawan lainnya karena menurut mereka, kulit mereka putih sehingga pembulu darah terlihat dan murni "asli" keturunan Visigoth bebas dari keturunan Moor dan Yahudi, yang kulitnya lebih hitam.

Masyarakat kuno kelas atas Eropa (Spanyol) memiliki warna kulit yang pucat kemerahan dan pembuluh balik kebiru-biruan terlihat jelas di bawah permukaan kulitnya, sehingga nampak berbeda dengan kulit masyarakat kelas petani (kelas bawah) yang berwarna kecoklat-coklatan dan pembuluh darah baliknya yang tidak terlihat jelas karena banyak bekerja di bawah sinar matahari.
Wajar saja, jika kaum bangsawan kulitnya lebih terang karena mereka tidak perlu ke luar rumah atau terkena sinar matahari untuk bekerja.

Dari penjelasan di atas kaum bangsawan bukan berarti mereka memiliki darah yang berwarna biru. Jika di Indonesia yang warna asli kulit masyarakatnya berwarna coklat, kira-kira asal-usul "sangre azul" apakah masih layak kita gunakan? Secara warna kulit kita tidak seputih orang Eropa.
Terserah kepada anda saja

1 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Blog Asal Usul - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz